Notes on My 23: Dari Luka Menjadi Karya, Dari Bertahan Menjadi Berkembang
Pertama kali terbit di Medium · Medium ↗
“It is only when we are brave enough to explore the darkness that we will discover the infinite power of our light.” — Brené Brown
Tanggal kembali berganti menjadi 2 Juli. Jika tahun lalu Jakarta menyaksikan kerapuhan saya, hari ini Bandung yang sejuk menyambut putaran bumi yang baru dalam hidup saya.
Merayakan ulang tahun di usia 23 terasa sangat berbeda dari usia 22. Jika tahun lalu adalah tentang bagaimana caranya tetap bernapas di tengah badai kehilangan, tahun ini adalah tentang bagaimana caranya belajar terbang meskipun sayap masih menyisakan sedikit rasa sakit.
Menengok ‘Try Hard Mode’ di Spion Masa Lalu
Saya masih ingat betul tulisan saya tahun lalu. Sangat rapuh, sangat hancur. Saat itu, hidup terasa memaksa saya tumbuh terlalu cepat. Saya harus berjuang sendirian, menghadapi duka, sekaligus mencoba membangun masa depan yang buram.
But alhamdulillah, fase “bertahan” itu kini telah berlalu. Coding bootcamp yang tahun lalu saya sebut sebagai “keputusan nekat,” yang membuat saya menangis dan gagal hampir 8 kali dalam satu submission, ternyata adalah pilar utama kesuksesan hari ini. Burnout dan air mata di malam-malam penuh bug itu tidak sia-sia.
“Perseverance is not a long race; it is many short races one after the other.” — Walter Elliot
Mekanika Pertumbuhan: Dari Freelance ke Software Engineer
Tahun ini adalah tahun pencapaian profesional yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Masih terekam jelas bagaimana rasanya mendarat di proyek freelance pertama saya di Makassar. Rasa senang yang membuncah ketika dipercaya dosen untuk menangani proyek web di salah satu Provinsi NTT.
Terima kasih khusus untuk Rizky, teman yang tidak hanya mengajak saya berkolaborasi di proyek freelance pertama, tapi juga menjadi perantara jalan Allah untuk mewujudkan cita-cita saya. Melalui ajakanmu, saya akhirnya diterima bekerja sebagai Software Engineer di bulan Maret lalu.
Sempat ada fase insecure dan tangis haru karena merasa tidak berguna saat masih menganggur. Tapi, kesabaran itu berbuah manis. Terima kasih kepada para senior hebat: A Taufik, A Iman, dan tentunya Rizky, yang sudah menerima, mengajarkan, dan membersamai saya berkembang sejauh ini dalam dunia industri.
Indoglish sedikit ya, experience-nya gila banget. Dari yang sebelumnya hanya berhadapan dengan code di kamar, tahun ini saya diberi kesempatan untuk tampil di event sebesar ICI di JieExpo Jakarta. Mengikuti event di UNPAD, bertemu artis sekaligus mantan Bupati Bandung Barat Kang Hengky, hingga ikut workshop Pertamina di Borobudur Hotel. Overall, saya merasa sangat bangga dan bahagia bisa berkontribusi maksimal untuk tim IT.
Tim Sidang dan Pemilik Visi
Bulan ini juga akan menjadi momen krusial: sidang tugas akhir saya. Jujur, ada beban yang sangat berat di pundak. Namun, saya merasa sangat beruntung dan tertolong oleh dua rekan luar biasa, Mas Andre dan Mas Apip. Terima kasih banyak atas laporan dan segala dukungannya. Rasanya saya tidak akan bisa lulus tanpa kalian berdua, hahaha.
Terima kasih juga kepada para pemilik visi yang mempercayai saya. Pak Wendra dan Bu Cahya, terutama Pak Wendra, terima kasih atas banyaknya kesempatan dan tantangan kerja yang diberikan. Ini benar-benar membuat saya semakin berkembang untuk menghadapi tantangan industri kedepannya.
Doa dan Harapan untuk Usia 24
Jika tahun lalu tulisan saya ditutup dengan doa memohon kekuatan untuk melangkah, tahun ini tulisan ini ditutup dengan doa rasa syukur dan ambisi yang sehat.
Ya Allah, di usia 23 ini, berikan saya kemudahan dalam menghadapi sidang tugas akhir. Semoga saya bisa lulus dengan predikat cumlaude. Tidak ada yang lebih saya inginkan selain membahagiakan Mamah.
“We can only know how much our hearts have grown when we see how far our light can travel.”
Dan untuk Mamah, terima kasih yang tidak terhingga. Terima kasih karena selalu mendoakan dan selalu percaya kepada Taufan, bahkan ketika Taufan sendiri tidak percaya pada diri sendiri. Love you, Mom.
Selamat ulang tahun yang ke-23 untuk diri saya sendiri. Terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini, dan keep fighting untuk tahun-tahun kedepannya.
Bandung, 02 Juli 2026